makalah pengolahan bahan serealia dan umbi menjadi makanan

makalah pengolahan bahan serealia dan umbi menjadi makanan

 

 

 MAKANAN POKOK INDONESIA




A.    Latar Belakang
Makanan pokok adalah makanan yang menjadi gizi dasar. Makanan pokok biasanya tidak menyediakan keseluruhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, oleh karenanya biasanya makanan pokok dilengkapi dengan lauk pauk untuk mencukupkan kebutuhan nutrisi seseorang dan mencegah kekurangan gizi. Makanan pokok berbeda-beda sesuai dengan keadaan tempat dan budaya, tetapi biasanya berasal dari tanaman, baik dari serealia seperti beras, gandum, jagung, maupun umbi-umbian seperti kentang, ubi jalar, talas dan singkong. Roti, mi (atau pasta), nasi, bubur, dan sagu dibuat dari sumber-sumber tersebut. Kami pemakan nasi bukan pemakan gandum dan produk olahannya, atau yang lainnya. Itu karena saya lahir dan dibesarkan di Pulau Dewi Sri di Indonesia. Jadi, makanan pokok kebanyakan orang di lingkungan kami adalah nasi dari beras yang diolah dari gabah yang dipanen dari tanaman padi. Di tempat berbeda bisa jadi makanan pokoknya berbeda pula. Di beberapa daerah kering di Jawa dan Nusa Tenggara, ada yang menjadikan jagung sebagai makanan pokok. Ada pula yang menjadikan olahan singkong sebagai makanan pokok. Di Indonesia Timur lainnya, ada pula yang makanan pokoknya papeda -semacam bubur- yang merupakan olahan tepung sagu. Ada pula yang makan ubi sebagai makanan pokoknya. Di belahan dunia yang lain, banyak yang menggunakan olahan gandum misalnya roti atau mie sebagai makanan pokok. Di beberapa wilayah di Afrika, makanan pokoknya adalah fufu dan akpu, yang merupakan olahan dari singkong. Ada pula yang memakan semovita dari tepung beras.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Makanan Pokok Indonesia
Makanan pokok adalah makanan yang menjadi gizi dasar. Makanan pokok biasanya tidak menyediakan keseluruhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, oleh karenanya biasanya makanan pokok dilengkapi dengan lauk pauk untuk mencukupkan kebutuhan nutrisi seseorang dan mencegah kekurangan gizi. Makanan pokok berbeda-beda sesuai dengan keadaan tempat dan budaya, tetapi biasanya berasal dari tanaman, baik dari serealia seperti beras, gandum, jagung, maupun umbi-umbian seperti kentang, ubi jalar, talas dan singkong. Roti, mi (atau pasta), nasi, bubur, dan sagu dibuat dari sumber-sumber tersebut. Suku bangsa yang secara tradisional merupakan pemburu seperti orang Eskimo menjadikan daging dan ikan sebagai makanan utama.

B.     Macam-Macam Makanan Pokok Di Indonesia
Makanan pokok adalah makanan yang menjadi gizi dasar. Makanan pokok biasanya tidak menyediakan keseluruhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, oleh karenanya biasanya makanan pokok dilengkapi dengan lauk pauk untuk mencukupkan kebutuhan nutrisi seseorang dan mencegah kekurangan gizi. Makanan pokok berbeda-beda sesuai dengan keadaan tempat dan budaya, tetapi biasanya berasal dari tanaman, baik dari serealia seperti beras, gandum, jagung, maupun umbi-umbian seperti kentang, ubi jalar, talas dan singkong. Roti, mi (atau pasta), nasi, bubur, dan sagu dibuat dari sumber-sumber tersebut.

1.      Beras
Sebagai bahan pangan pokok bagi sekitar 90 persen penduduk Indonesia, beras menyumbang antara 40-80 persen protein. Bagaimana dengan zat gizi lain? Gabah tersusun dari 15-30 persen kulit luar (sekam), 4-5 persen kulit ari, 12-14 persen bekatul, 65-67 persen endosperm dan 2-3 persen lembaga. Lapisan bekatul paling banyak mengandung vitamin B1. Selain itu, katul juga mengandung protein, lemak, vitamin B2 dan niasin. Endosperm merupakan bagian utama butir beras. Komposisi utamanya adalah pati. Selain itu endosperm mengandung protein cukup banyak, serta selulosa, mineral dan vitamin dalam jumlah kecil. Dalam pengertian sehari-hari yang dimaksud beras adalah gabah yang bagian kulitnya sudah dibuang dengan cara digiling dan disosoh menggunakan alat pengupas dan penggiling (huller) serta penyosoh (polisher). Gabah yang hanya terkupas bagian kulit luarnya (sekam), disebut beras pecah kulit (brown rice). Tujuan penggilingan dan penyosohan beras adalah untuk: 1) memisahkan sekam, kulit ari, bekatul dan lembaga dari endosperm beras, 2) meningkatkan derajat putih dan kilap beras, 3) menghilangkan kotoran dan benda asing, serta 4) sedapat mungkin meminimalkan terjadinya beras patah pada produk akhir. Tinggi-rendahnya tingkat penyosohan menentukan tingkat kehilangan zat-zat gizi. Proses penggilingan dan penyosohan yang baik akan menghasilkan butiran beras utuh (beras kepala) yang maksimal dan beras patah yang minimal. Proses penyosohan beras pecah kulit menghasilkan beras giling, dedak dan bekatul. Sebagian protein, lemak, vitamin dan mineral akan terbawa dalam dedak, sehingga kadar komponen-komponen tersebut dalam beras giling menurun. Beras giling yang diperoleh berwarna putih karena telah terbebas dari bagian dedaknya yang berwarna coklat. Bagian dedak padi sekitar 5-7 persen dari berat beras pecah kulit. Makin tinggi derajat penyosohan dilakukan makin putih warna beras giling yang dihasilkan, namun makin miskin zat-zat gizi. Beras Putih (Milled Rice)

C.    Komposisi Gizi
Komposisi kimia beras berbeda-beda tergantung pada varietas dan cara pengolahannya. Selain sebagai sumber energi dan protein, beras juga mengandung berbagai unsur mineral dan vitamin. Sebagian besar karbohidrat beras adalah pati (85-90 persen), sebagian kecil pentosan, selulosa, hemiselulosa dan gula. Dengan demikian sifat fisikokimia beras terutama ditentukan oleh sifat fisikokimia patinya. Protein adalah komponen kedua terbesar beras setelah pati. Sebagian besar (80 persen) protein beras merupakan fraksi tidak larut dalam air, yang disebut protein glutelin. Sebagai bahan makanan pokok di Indonesia, beras dalam menu makanan masyarakat menyumbang sedikitnya 45 persen protein. Beras pecah kulit rata-rata mengandung 8 persen protein, sedangkan beras giling mengandung 7 persen. Dibanding biji-bijian lainnya, kualitas protein beras lebih baik karena kandungan lisinnya lebih tinggi. Walaupun demikian lisin tetap merupakan asam amino pembatas yang utama (terkecil jumlahnya) dalam beras. Kandungan lemak beras pecah kulit adalah 1,9 persen, sedangkan pada beras giling hanya 0,7 persen. Itu berarti sekitar 80 persen lemak terdapat dalam dedak dan bekatul, yang terpisah dari beras giling saat penyosohan. Ditinjau dari segi keawetan beras, hal ini menguntungkan karena lemak mudah teroksidasi dan mengakibatkan timbulnya bau tengik. Proses penyosohan juga mengurangi kadar mineral pada beras giling. Sebagian besar mineral terdapat pada bagian dedak dan hanya sekitar 28 persen yang tertinggal pada beras giling. Komposisi mineral bervariasi tergantung dari kondisi tanah dimana padi ditanam. Unsur mineral utama adalah fosfor, kalsium, magnesium dan besi. Beras pecah kulit mengandung vitamin lebih besar daripada beras giling. Vitamin terkonsentrasi pada lapisan bekatul dan lembaga. Penyosohan menurunkan dengan drastis kadar vitamin B komplek sampai 50 persen atau lebih. Beras mengandung vitamin C dan D dalam jumlah yang sangat kecil atau tidak sama sekali. Umumnya beras putih berasal dari beras yang telah digiling sehingga sudah hilang kulit arinya, sementara beras merah berasal dari beras tumbuk, yang kulit arinya tak banyak hilang. Jadi sebenarnya beras merah bukan beras berwana merah, melainkan sama dg beras putih hanya beda tahapan prosesnya.Kulit ari beras yang masih tertinggal pada beras merah mengandung zat-zat gizi yang penting bagi tubuh, di dalamnya kaya serat dan minyak alami. Sehingga tak hanya mengenyangkan, namun juga mencegah berbagai penyakit saluran pencernaan. Jika ditilik, dalam satu mangkuk beras merah mengandung sekitar 3,5 gram serat, sementara beras putih kurang dari 1 gram. Banyak manfaat dari mengonsumsi beras merah, yakni dapat meningkatkan perkembangan otak dan menurunkan kolesterol darah. Sebut saja, lemak, dalam kulit ari kebanyakan merupakan lemak esensial, yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak anak. Sedangkan senyawa-senyawa dalam lemak kulit ari juga dapat menurunkan kolesterol darah, salah satu faktor risiko penyakit jantung.
Kandungan vitamin dan mineral beras merah 2-3 kali beras putih. Beras merah mengandung tiamin (vitamin BI) yang diperlukan untuk mencegah beri-beri pada bayi. Zat besinya juga lebih tinggi, membantu bayi usia 6 bulan ke atas yang asupan zat besinya dari ASI sudah tidak lagi mencukupi kebutuhan tubuh. Belum lagi vitamin dan mineral-mineral penting lainnya. Unsur gizi lain yang terdapat pada beras merah adalah fosfor (243 mg per 100 gr bahan). Dan selenium yang merupakan elemen kelumit (trace element) yang merupakan bagian esensial dari enzim glutation peroksidase. Enzim ini berperan sebagai katalisator dalam pemecahan, peroksida menjadi ikatan yang tidak bersifat toksik-peroksida dapat berubah menjadi radikal bebas yang mampu mengoksidasi asam lemak tidak jenuh dalam membran sel hingga merusak membran tersebut, menyebabkan kanker, dan penyakit degeneratif lainnya. Karena kemampuannya itulah banyak pakar mengatakan bahan ini mempunyai potensi untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit degeneratif lain.

1.      Jagung
Jagung  merupakan salah satu komoditas penting  yang menjadi makanan pokok sebagian peduduk di dunia selain gandum dan padi. Jagung  (Zea mays) diduga berasal dari Amerika Latin, selain sebagai pakan ternak ,  jagung  tua ditumbuk menjadi tepung untuk dikonsumsi sebagai makanan pokok  atau sebagai lauk, sebut saja  Tortilla,  makanan khas  dari meksiko  yang kelezatannya terkenal ke berbagai belahan dunia. Di Indonesia jagung dapat tumbuh di daerah  kurang air atau pegunungan, baik di tanah yang subur maupun di tanah yang tandus, di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Pada dasarnya tanaman jagung mudah beradaptasi dengan pelbagai kondisi lingkungan. Umur tanaman jagung berkisat  tiga atau empat bulan hingga dapat di petik hasilnya. Sebagai makanan pokok, nilai gizi jagung  tidak kalah dengan beras. Buktinya  kini masyarakat modern banyak yang mengkonsumsi corn flake  sebagai menu sarapannya, selain praktis dan cepat saji, zat gizinya pun juga terpenuhi. Jagung merupakan tanaman semusim yang termasuk dalam keluarga besar rumput-rumputan (Gramineae) dan memiliki kerabat dan wrna yang beragam. Varietas jagung yang  terkenal di Indonesia adalah Jagung biji putih (jagung lokal yang berasa  manis) dan  jagung  biji  kuning. Jagung biji kuning terdapat dua jenis yaitu jagung metro dan jagung hibrida (jagung tongkol dua). Ada empat varietas jagung yang biasa dikembangkan di Indonesia, yaitu:
  1. Zea mays underata Sturt  (jagung gigi kuda)
  2. Zea mays inderata Sturt  (jagung  mutiara)
  3. Zea mays sacharata Sturt  (jagung  manis)
  4. Zea mays everata  Sturt , biasa di buat pop corn
Manfaat Jagung
Jagung  mudah sekali diolah menjadi pelbagai produk makanan yang  bercita rasa enak dan variatif, selama kita bisa mengkombinasi dan mengkreasikannya. Contoh produk olahan jagung antara lain susu jagung, tepung  jagung, pop corn, tortilla, emping jagung dan lain sebagainya. Di  Madura jagung yang tua  dijadikan makanan pokok pengganti beras. Di Sulawesi Utara  jagung  dicampur dengan beras, disajikan dengan sayuran berkuah santan sebagai pelengkapnya. Selain itu juga digunakan sebagai campuran kue, cokies maupun cake. Jagung juga banyak digunakan sebagai bahan baku industri makanan, kimia dan farmasi. Produksi terbesar jagung antara lain tepung  pati jagung (maizena), minyak jagung, makanan bayi, kue saus, dan masih banyak lagi. Kegunaan minyak jagung  jug a beraneka ragam karena mempunyai kandungan asam lemak jenuh, sehingga cocok untuk mereka yang melakukan diet rendah kolesterol. Tanaman jagung dari  buah hingga limbahnya dapat dimanfaatkan  menjadi suatu produk yang berguna, misalnya;  dari daun hingga batangnya dapat di manfaatkan sebagai pakan ternak. Dari kulit jagung (klobot) dapat diolah menjadi pembungkus, souvenis dan juga aksesoris. Dan bagian kepala putik dan tongkolnya sering diolah menjadi jamu.

2.      Gandum
Sejarah dari tanaman gandum dimulai dari masyarakat prasejarah yang sudah mengenal sifat-sifat gandum dan tanaman biji-bijian lainnya sebagai sumber makanan dan sumber pangan bagi mereka. Berdasarkan penggalian arkeolog, diperkirakan gandum berasal dari daerah sekitar Laut Merah dan Laut Mediterania, yaitu daerah sekitar Turki, Siria, Irak, dan Iran. Sejarah Cina menunjukkan bahwa budidaya gandum telah ada sejak 2700 SM. (Hariadi Ihsan, 2000). Secara morfologi, biji gandum terdiri dari tiga bagian yaitu bagian kulit (bran), bagian endosperma, dan bagian lembaga (germ). Bagian kulit dari biji gandum sebenarnya tidak mudah dipisahkan karena merupakan satu kesatuan dari biji gandum tetapi bagian kulit ini biasanya dapat dipisahkan melalui proses penggilingan. Pada umumnya, kernel berbentuk ofal dengan panjang 6–8 mm dan diameter 2–3 mm. Seperti jenis serealia lainnya, gandum memiliki tekstur yang keras. (Ilmi Irfan, 2010).
Tanaman gandum termasuk tanaman monokotil atau tanaman dengan biji berkeping satu sehingga tipe perkecambahan pada tanaman sorgum adalah Hipogeal yaitu pertumbuhan memanjang dari epikotil yang meyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah. Kotiledon relatif tetap posisinya. Tanaman gandum tergolong tanaman menyerbuk sendiri secara alami sebab letak bunga jantan dan bunga betina tidak terpisah tetap dalam satu tempat. Karena tanaman sorgum menyerbuk sendiri sehingga penyerbukannya juga dilakukan dengan bantuan angin atau biasa disebut dengan Anemogami. (Ilmi Irfan, 2010). Lingkungan atau syarat tumbuh tanaman gandum antara lain ketinggian tempat penanaman sekitar 400-800 meter dari permukaan laut. Tanaman gandum dapat tumbuh baik dan berproduksi tinggi pada kisaran suhu 10-25 derajat Celcius, fotoperiodisme yang panjang, bercurah hujan 350-1.250 mm dengan kondisi kering pada masa pemasakan biji, sedang saat pembentukan bunga yang fertil dibutuhkan suhu rendah. Gandum umumnya ditanam pada curah hujan makin menipis selama sekitar sebulan. Selama sebulan, benih itu memperoleh perlakuan khusus dengan siraman air (gembor) sehari semalam penuh, dibiarkan dua hari, dan di hari keempat disiram lagi sehari semalam. Bulan berikutnya mulai perawatan dengan pupuk kimiawi, menyusul pupuk kandang yang sudah ditaburkan pada bedeng sampai umur dua bulan. Udara yang kering bersuhu rendah akan membuat biji gandum masak secara sempurna. Gandum potensial untuk dibudidayakan dan dikembangkan, khususnya pada daerah-daerah pinggiran yang kering.

3.      Kentang
Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah tanaman dari suku Solanaceae yang memiliki umbi batang yang dapat dimakan dan disebut "kentang" pula. Umbi kentang sekarang telah menjadi salah satu makanan pokok penting di Eropa walaupun pada awalnya didatangkan dari Amerika Selatan. Penjelajah Spanyol dan Portugis pertama kali membawa ke Eropa dan mengembangbiakkan tanaman ini pada abad XVI. Dengan cepat menu baru ini tersebar di seluruh bagian Eropa. Dalam sejarah migrasi orang Eropa ke Amerika, tanaman ini pernah menjadi pemicu utama perpindahan bangsa Irlandia ke Amerika pada abad ke-19, di kala terjadi wabah penyakit umbi di daratan Irlandia yang diakibatkan oleh jenis jamur yang disebut ergot. Kentang sangat digemari hampir semua orang. Bahkan di beberapa daerah, ada yang menjadikannya makanan pokok. Selain itu, kentang juga banyak mengandung vitamin B, vitamin C, dan sejumlah vitamin A. Sebagai sumber karbohidrat yang penting, di Indonesia, kentang masih dianggap sebagai sayuran yang mewah. Selain karbohidrat, kentang juga kaya vitamin C. Hanya dengan makan 200 gram kentang, kebutuhan vitamin C sehari terpenuhi. Kalium yang dikandungnya juga bisa mencegah hipertensi. Lebih dari itu, kentang dapat dibuat minuman yang berkhasiat untuk mengurangi gangguan saat haid.
Kentang merupakan lima kelompok besar makanan pokok dunia selain gandum, jagung, beras, dan terigu. Bagian utama kentang yang menjadi bahan makanan adalah umbi, yang merupakan sumber karbohidrat, mengandung vitamin dan mineral cukup tinggi. Kentang memiliki kadar air cukup tinggi, yaitu sekitar 80 persen. Itulah yang menyebabkan kentang segar mudah rusak, sehingga harus disimpan dan ditangani dengan baik. Pengolahan kentang menjadi kerupuk, tepung, dan pati, merupakan upaya untuk memperpanjang daya guna umbi tersebut. Pati kentang mengandung amilosa dan amilopektin dengan perbandingan 1:3. Dari tepung dan pati kentang, selanjutnya dihasilkan berbagai produk pangan olahan dengan beragam citarasa yang enak dan penampilan menarik. Kandungan karbohidrat pada kentang mencapai sekitar 18 persen, protein 2,4 persen dan lemak 0,1 persen. Total energi yang diperoleh dari 100 gram kentang adalah sekitar 80 kkal. Dibandingkan beras, kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan energi kentang lebih rendah. Namun, jika dibandingkan dengan umbi-umbian lain seperti singkong, ubi jalar, dan talas, komposisi gizi kentang masih relatif lebih baik. Kentang merupakan satu-satunya jenis umbi yang kaya vitamin C, kadarnya mencapai 31 miligram per 100 gram bagian kentang yang dapat dimakan. Umbi-umbian lainnya sangat miskin akan vitamin C. Kebutuhan vitamin C sehari 60 mg, untuk memenuhinya cukup dengan 200 gram kentang. Kadar vitamin lain yang cukup menonjol adalah niasin dan B1 (tiamin). Dengan mengkonsumsi sebuah umbi kentang yang berukuran sedang, sepertiga kebutuhan vitamin C (33 persen) telah tercapai. Demikian juga halnya dengan sebagian besar kebutuhan akan vitamin B dan zat besi.

 Pencegah Hipertensi
Kentang juga merupakan sumber yang baik akan berbagai mineral, seperti kalsium (Ca), fosfor (P), besi (Fe) dan kalium (K), masing-masing 26,0; 49,0; 1,1; dan 449 mg/100 g. Di lain pihak, kandungan natriumnya sangat rendah, yaitu 0,4 mg/100 g. Rasio kalium terhadap natrium yang tinggi pada kentang sangat menguntungkan bagi kesehatan, khususnya terhadap pencegahan timbulnya penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi). Sebagaimana diketahui, bahwa konsumsi natrium (sodium) yang berlebih (dapat berasal dari garam dapur, monosodium glutamat/MSG, sodium bikarbonat) merupakan salah satu pencetus hipertensi. Di lain pihak, konsumsi kalium yang tinggi memberikan efek yang berlawanan, yaitu menurunkan tekanan darah. Rasio natrium terhadap kalium yang paling ideal adalah 1:1. Konsumsi harian kita terhadap natrium yang berlebih (akibat membudayanya pemakaian MSG pada berbagai masakan), perlu diimbangi dengan konsumsi kalium yang tinggi. Kentang merupakan bahan pangan yang sangat kaya kalium (449 mg/100 g). Selain kentang, bahan lain yang cukup kaya kalium adalah tomat dan pisang.

4.      Singkong
Singkong mengandung sumber energy (karbohidrat) setara dengan beras, sedangkan kandungan protein dan lemak pada singkong sangat minim. Singkong merupakan salah satu tanaman yang mudah tumbuh di tanah kurang subur dan tidak perlu perawatan yang terlalu rumit. Terbatasnya pengetahuan masyarakat mengenai singkong yang dapat dijadikan sebagai bahan makanan pokok membuat pengolahan singkong untuk dijadikan bahan makanan kurang populer. Saat ini masyarakat masih menganggap kalau singkong merupakan bahan makanan kelas bawah. Untuk itu diperlukan sosialisasi untuk mengenalkan singkong sebagai makanan pokok pengganti. Sebagai bahan makanan singkong dapat diolah jadi berbagai macam makanan yang selama ini dijadikan hanya sebagai makanan cemilan, padahal singkong dapat dijadikan sebagai bahan makanan pengganti beras. Singkong juga dapat diolah menjadi beras singkong. Cara pembuatan beras singkong ini sangat sederhana yaitu singkong direndam beberapa hari, kemudian dicuci sampai bersih untuk menghilangkan baud an kotoran, selanjutnya dibuat tepung dan dikeringkan. Pengeringan dilakukan dengan menggunakan panas matahari. Beras singkong ini dapat disimpan cukup lama. Memasak beras singkong tidak jauh berbeda dengan beras padi dan dapat dikomsumsi dengan lauk layaknya nasi dari beras padi. Dengan inovasi beras singkong ini, diharapkan petani dapat menjadikan singkong sebagai alternatif bibit tanam.

5.      Kedelai
Tanaman kedelai termasuk famili Leguminosae (kacang-kacangan), genus Glycine, dan spesies max. Dalam bahasa latin, kedelai dikenal dengan istilah Glycine max, sedangkan dalam bahasa Inggris disebut soy bean. Di Indonesia, kedelai dibedakan atas dasar umur panen dan warna biji. Berdasarkan umur panen, kedelai dibedakan atas tiga golongan yaitu: kedelai genjah (umur 78-85 hari), kedelai tengahan (umur 85-95 hari), serta kedelai dalam (umur lebih dari 95 hari). Berdasarkan warna kulit biji, kedelai dibedakan atas kedelai kuning, hitam dan kedelai hijau. Secara kimia, tidak terdapat perbedaan komposisi gizi yang berarti antara ketiga jenis warna kedelai tersebut. Penting untuk Anda ketahui bahwa dari sudut pandang ilmu gizi, kedelai merupakan kacang-kacangan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Kedelai memiliki kadar protein yang tinggi, yaitu rata-rata 35%, bahkan pada varietas unggul dapat mencapai 40 – 44%. Keunggulan dari protein kedelai yaitu memiliki susunan asam amino esensial yang lengkap, serta daya cerna yang sangat baik. Asam amino pembatas pada kedelai adalah metionin dan sistein, sedangkan kandungan lisin dan treonin sangat tinggi. Tahukah Anda bahwa hal tersebut sangat menguntungkan, karena pada umumnya makanan pokok mengandung lisin yang rendah. Dengan demikian, kombinasi kedelai dengan sumber karbohidrat seperti beras, jagung, sagu, terigu, singkong dan lain-lain, sangat baik untuk kelengkapan gizi Anda. Hebatnya, secara keseluruhan kualitas protein kedelai hampir menyamai protein daging sapi atau telur.
Kedelai mengandung lemak sekitar 18-20%, dimana 85% di antaranya merupakan asam lemak tidak jenuh. Lemak kedelai mengandung asam lemak esensial yang cukup, yaitu asam linoleat (omega-6) serta asam linolenat (omega-3), sehingga memberikan pengaruh yang sangat berarti bagi kesehatan, khususnya dalam kaitannya dengan pengendalian kolesterol dan penyakit kardiovaskuler (berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah). Selain sebagai sumber protein dan lemak, kedelai juga dilengkapi dengan sejumlah vitamin (terutama vitamin A, B kompleks dan E), serta mineral (kasium, fosfor dan zat besi). Kedelai juga merupakan sumber serat pangan (dietary fiber). Kandungan dietary fiberkedelai terbukti ampuh dalam pencegahan penyakit degeneratif, seperti diabetes melitus, berbagai kanker, osteoporosis, penyakit ginjal, dan lain-lain. Dengan melihat Tabel 1, Anda dapat mengetahui bahwa kadar protein, lemak dan karbohidrat kedelai tidak banyak berubah akibat proses pengolahannya menjadi tempe. Akan tetapi karena adanya enzim-enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kapang tempe, maka protein, lemak, dan karbohidrat pada tempe menjadi lebih mudah untuk dicerna di dalam tubuh dibandingkan yang terdapat dalam kedelai asli. Oleh karena itu, tempe sangat baik untuk dikonsumsi oleh semua kelompok umur (dari bayi hingga lansia).

6.      Ubi
Di Afrika, umbi ubi jalar menjadi salah satu sumber makanan pokok yang penting. Di Asia, selain dimanfaatkan umbinya, daun muda ubi jalar juga dibuat sayuran. Terdapat pula ubi jalar yang dijadikan tanaman hias karena keindahan daunnya. Namun, seringkali ubi jalar sering dianggap sebagai makanan kampungan dan tidak bergengsi. Padahal manfaat yang dikandung ubi jalar untuk kesehatan sangat besar. Nilai gizinya bahkan lebih tinggi dibanding kentang, dan memiliki indeks glikemik rendah. Serat dan kandungan vitamin A pada ubi jalar pun tinggi, termasuk juga zat besi, folat, tembaga, dan mangan. Bahkan vitamin C, B2, B6, D, E dan biotin pun ada dalam makanan sederhana ini. Manfaatnya baik bagi peningkatan sistem imunitas tubuh. Kecuali itu, ubi jalar juga menyimpan manfaat lain yang sangat menakjubkan seperti dilansir oleh situs Boldsky, berikut ini:

  • Mencegah kanker
Warna terang seperti ungu, oranye, dan merah pada ubi jalar adalah sumber karotenoid yang berupa beta karoten dan vitamin A. Zat ini memberi perlindungan pada paru dan mencegah terjadinya kanker paru serta kanker mulut.

  • Mengontrol gula darah
Indeks glikemik yang rendah pada ubi jalar membuat kadar gula darah seseorang tidak akan naik dalam waktu cepat. Jenis karbohidrat ini baik dikonsumsi oleh penderita diabetes dan mereka yang bermasalah dengan insulin.

  • Anti aging
Ubi jalar memiliki kandungan karotenoid tinggi, yang meningkatkan kekebalan tubuh. Juga mampu melawan radikal bebas serta membuat kulit lebih sehat dan tak mudah mengalami penuaan dini.

  • Merawat elastisitas kulit
Ini adalah efek dari tingginya vitamin C, yang menghasilkan produksi kolagen dimana ia menjaga elastisitas kulit.

  • Mencegah serangan jantung
Vitamin B6 dalam ubi jalar mengurangi homosistein kimia, yang mengarah pada pencegahan serangan jantung. Kalium yang ada dalam makanan ini pun memiliki fungsi sama, juga menstabilkan tekanan darah.

  • Mengurangi stres
Kalium juga mampu menurunkan tingkat stres, dan mengurangi kram otot. Jadi, mulai sekarang mulailah kembali akrab dengan makanan yang satu ini.

D.    Pengertian Lauk Pauk
Lauk pauk adalah segala macam makanan yang disajikan sebagai peneman utama hidangan nasi, umumnya banyak mengandung protein, baik hewani maupun nabati. Lauk pauk hewani, antara lain daging, unggas, ikan, dll. Sedangkan lauk pauk nabati berupa tahu, tempe, Kandungan molekul pada protein antara lain adalah karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, dan terkadang juga fosfor dan sulfur. Salah satu jenis biomolekul raksasa yang menyusun struktur tubuh makhluk hidup ini terlibat dalam banyak fungsi tubuh. Misalnya, berperan sebagai antibodi yang mempertahankan kekebalan tubuh, berperan penting dalam transportasi zat hara, menghasilkan asam amino yang dibutuhkan oleh makhluk hidup, dan fungsi-fungsi lainnya. Jadi, dengan kata singkat, kita sangat membutuhkan protein untuk kelangsung hidup. Protein ini sendiri dibedakan atas dua jenis protein, yaitu protein nabati dan protein hewani. Yang dimaksud dengan sumber lauk pauk nabati adalah protein yang bersumber dari tumbuh-tumbuhan seperti misalnya sayuran, berbagai jenis kacang-kacangan, dll. Sedangkan protein hewani adalah protein yang sumbernya diperoleh dari hewan, seperti daging dan telur.

E.     Kelebihan Sumber Lauk Pauk Nabati Dibanding Protein Hewani
Sebelumnya, protein hewani dianggap jauh lebih baik jika dibandingkan dengan protein nabati. Namun, berdasarkan hasil yang diperoleh dari sejumlah penelitian menyatakan sebaliknya. Meningkatkan konsumsi akan protein hewani ternyata cenderung menimbulkan masalah kesehatan dalam tubuh, salah satunya adalah kelebihan berat badan. Ini disebabkan karena protein hewani kebanyakan mengandung lemak jahat (kolesterol) yang tinggi sehingga memicu penyakit, terlebih jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Sedangkan, konsumsi sumber lauk pauk nabati yang lebih banyak dibanding protein hewani justru memberikan hasil dari kebalikannya, yakni lebih menyehatkan tubuh dan umur menjadi lebih panjang. Oleh karena itu, kita harus mengenali apa saja yang menjadi sumber lauk pauk nabati yang terdapat di sekitar kita. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sumber lauk pauk nabati pada umumnya adalah tumbuh-tumbuhan, yaitu sayuran dan kacang-kacangan. Secara spesifik, protein nabati dapat diperoleh dengan mengkonsumsi tahu, tempe, sereal, sayuran hijau yaitu bayam, kangkung, daun singkong, daun pepaya, dan sawi, kacang kedelai, brokoli, biji-bijian, kecipir dan buah-buahan yakni jeruk, nangka yang masih muda, pepaya muda, kismis, dan salak bali. Saat ini, konsumsi susu dari kacang kedelai lebih sering dilakukan ketimbang minum susu dari hewan seperti susu sapi. Dampak dari kelebihan protein hewani jauh lebih serius dibanding lauk pauk nabati, misalnya memicu keropos tulang, menyebabkan batu ginjal, kanker, diabetes, tekanan darah tinggi dan bahkan serangan jantung.
Sedangkan, susu kedelai adalah salah satu dari sumber protein terbaik yang tidak menambahkan kolesterol di dalamnya. Jadi, terutama bagi Anda yang sedang menjalani diet sehat, minum susu kedelai setiap hari jauh lebih baik daripada minum susu sapi. Selain susu kedelai, tempe juga merupakan sumber protein nabati yang tinggi dan dapat dijadikan sebagai pengganti daging. Protein nabati memiliki banyak kandungan karbohidrat kompleks, sehingga membuat orang yang mengkonsumsinya merasa lebih lama kenyang dan dapat mengontrol porsi makan. Selain itu, terdapat juga mineral dan vitamin , serta zat gizi lain ditambah lagi dengan serat yang berfungsi mengurangi timbulnya resiko penyakit, termasuk pertumbuhan sel kanker. Namun, konsumsi sumber lauk pauk nabati juga tetap harus dilakukan secara seimbang. Kelebihan asupan lauk pauk nabati juga memungkinkan timbulnya masalah berat badan seperti obesitas serta perubahan genetika. Sebaliknya, kekurangan jenis protein ini pun mengakibatkan masalah mulai dari yang ringan hingga masalah berat, seperti kerontokan rambut, merasmus, hingga kematian. Oleh sebab itu, asupan protein nabati yang dalam komposisi yang seimbang sesuai kebutuhan energi. Kebutuhan akan protein meningkat pada masa kehamilan, pertumbuhan, usia tua, dan pada saat melakukan banyak aktifitas berat. Agar keseimbangan nitrogen tetap terjaga dan manfaat protein nabati diperoleh secara maksimal, maka jumlah masukan energi harus seimbang dengan asupan sumber lauk pauk nabati. 



















sumber : http://utamimega664.blogspot.co.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Cara Botol Tak Terpakai Bisa Jadi Barang Unik

12 Tutorial Membuat Hiasan dinding dari Kertas

SEJARAH ALUN – ALUN TUGU KOTA MALANG